Depan Profil SEJARAH

SEJARAH

SEJARAH DESA RAMBATAN

 

Desa Rambatan menurut sejarah singkat yang diyakini oleh masyarakatnya, berdiri pada tahun 1615 yang mengawalinya yaitu Bapak Hindukerti beserta istrinya dan pertama kali mendirikan bangunan berupa gubuk/saung ranggon di daerah Cikurumbung yang selanjutnya tempat tersebut disebut Cipetir, berkembang dan terus berkembang sampai pada tahun 1716 mencapai 130 KK yag tersebar di 3 ( tiga ) tempat Yaitu : di Cikadongdong 15 KK, di Tarikolot 15 KK dan di Manis 100 KK

Pada waktu itu yang menjadi Kuwu Bapak Wanakarya bin Buyut Saeti dengan luas tanah Desa Rambatan 388,595 Ha.

Desa Rambatan berasal dari kata Rambatan yang berarti berkembang ke sebelah Timur atau dalam bahasa sundanya “ngarembet ka Beulah  Wetan” mengapa merambat ke sebelah Timur, karena salah satu  letak geografisnya yang di anggap tepat untuk menjadi tempat tinggal adalah kesebelah Timur.

Sebelum menjadi desa, Wilayah ini didatangani oleh dua orang sejoli yang sedang berkelana mereka bernama Bapak Hindu kerti dan Istrinya (tidak tahu namanya) Mereka sambil menelusuri sungai Ciawi setelah sampai di Cilanang (yang sekarang Dusun Manis) Mereka belok kearah Cikurumbung dan disinilah mereka kemudian tinggal yang kemudian diikuti oleh beberapa kuren (KK) dengan alasan bahwa di Wilayah ini banyak Air.

Bapak Hindu Kerti Punya anak Ibu Nyai yang menikah dengan Pangeran Badorasa dan mempunyai  anak yang bernama Buyut Saeti, beliau (Buyut Saeti} Punya anak yang bernama Bapak Wanakarya dengan beristrikan empat. 

Sebagai upaya untuk pengembangan Wilayah mereka berusaha untuk mencari tempat yang dianggap strategis, yang pertamakali didatangi adalah Rambatan Luhur, Cibatur yang sekarang Tarikolot Namanya dan disinilah Bapak Wanakarya tinggal dengan alasan disinipun banyak air (yang sering disebut Cibatur)  penghuni wilayah ini hanya beberapa keluarga saja yang letaknya di sebelah Barat (kulon) Balai Desa Rambatan yang sekarang namanya disebut Dusun Puhun blok Tarikolot.

Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang terus bertambah, maka masyarakat merasa membutuhkan seorang pigur pemimpin untuk memimpin warga tersebut. Pada saat itu, dipanggilah Bapak Wanakarya oleh Kesultanan Cirebon  yang kemudian beliau diberikan SK untuk menjadi Kuwu Rambatan yang disaksikan oleh 2 tokoh masyarakat,  selanjutnya yang memimpin warga tersebut adalah Wanakarya bin Buyut Saeti dan sekaligus dia adalah sebagai Kepala Desa pertama Desa Rambatan tepatnya tahun 1716 - 1796 (menjabat selama 80 tahun) dan meninggal dunia diusia 200 tahun .

Seiring dengan pertumbuhan penduduk yang terus berkembang  Beliau merasa perlu untuk mencari lokasi untuk tinggal masyarakatnya dan terpilihlah tiga dusun untuk dijadikan tempat tinggal yaitu Cibatur (yang sekarang Tarikolot), Cilanang (Blok Manis sekarang) dan Cikadongdong.

Sehubungan Tarikolot dianggap kurang strategis untuk dijadikan Pusat Desa, maka diadakan rapat, yang kemudian diputuskan  di Cilananglah (Blok Manis)  sebagai Ibu kota Desa Rambatan , maka didirikanlah Mesjid Desa Rambatan yaitu tahun 1716, yang berpungsi sebagai tempat ibadah dan rapat-rapat.

Yang  mengganti kedudukannya sebagai kepala desa adalah anak tunggalnya yang bernama Raksawinata bin Wanakarya (1796 - 1856) meninggal dalam usia 150 tahun, beliau mempunyai anak sembilan yaitu : Embok Sumi, Kamsiah, Sura Marham, Saca Wijaya, Jaya Winata, Salem, Wangsa Wijaya, Raksa Santana, Saca Karama.

Setelah Raksawinata meninggal tahun 1856, jabatan Kepala Desa selanjutnya adalah Jasiah (1856 - 1872), beliau bukan merupakan keturunan dari Pangeran Bandorasa. Setelah selama 16 tahun beliau memimpin (menjadi kuwu), jabatan selanjutnya kembali kepada keturunan Pangeran Bandorasa yaitu tepatnya anak ke-4 dari Raksawinata yaitu Sacawijaya bin Raksawinata (1872 - 1905) .

Sacawijaya menikah dengan 3 tiga istri. Istri yang pertama bernama Murasih yang dikaruniai dua orang anak yaitu Suradipura dan Miati. Istri yang kedua bernama Sanirah dan dikaruniai dua orang anak yaitu Wijayasastra dan Kartawijaya dan Istri ke - 3 bernama Karmi yang dikaruniai 4 orang anak yaitu Maspiah, Artimi, Masdiwijaya, dan Sumanta.

Setelah Sacawijaya meninggal tahun 1905, jabatan Kepala Desa (kuwu) selanjutnya adalah anak pertama dari istrinya yang kedua yang bernama Wijayasastra bin Sacawijaya beliau menjabat selama 45 tahun (1905 - 1950).

Bapak Wijayasastra menikah dengan dua orang istri yang bernama ibu Unirah dan ibu Amirah, dari istri pertamanya beliau dikaruniai tujuh orang anak, yaitu Supena, Sukaemi, Maswara, Ningsih, Titi, Suparba dan Sudirja dan dari istri keduanya mempunyai anak satu yaitu  Nani Sispriani.

Setelah Wijayasastra meninggal tahun 1950, Kepala Desa Rambatan selanjutnya adalah Bapak Amintadisastra (1950 - 1964), beliau bukan merupakan keturunan dari Pangeran Bandorasa. Beliau berasal dari Cibunut. Setelah 14 tahun beliau memimpin, jabatan selanjutnya kembali pada   turunan Pangeran Bandarasa yaitu tepatnya anak ke-3 dari istri pertama Bp. Wijayasastra yang bernama Bapak Maswara bin Wijayasastra  (1964 - 1976).  Bapak Maswara menikah dengan seorang istri yang bernama Ibu Iko Kusnika berasal dari Desa Citapen, Mereka dikarunia  4 orang anak yaitu : Yuyu, Yeyen, Iis  dan Uus Tirus Budi.

Setelah Maswara menjabat 12 tahun, Kapala Desa Rambatan Selanjutnya adalah Bapak Dani Barnas bin Suhari Sudiana  yaitu tahun 1976 - 1985 (9 tahun) beliau pernah menikah 3 kali, istri yang pertama bernama  Ibu Iroh Rohati dari istri yang pertama punya anak satu  yang bernama Yatna, Istri yang kedua bernama Uha, dari istri yang kedua tidak mempunyai anak, Istri yang ketiga bernama Resmiati Turina dari istri yang ketiga punya 2 orang anak yaitu : Dina Danarti dan Wina Rizalyani.

Selanjutnya tampuk pimpinan Desa Rambatan dijabat oleh Kepala Desa yang bernama Bapak Asmet Siswayana bin Eno Sastra Santana Saputra selama 8 Tahun (1985 - 1993) dan mempunyai seorang istri yang bernama Juheni yang dikaruniai tiga orang anak yaitu : Iing Muslihin Budi Sonjaya, Yeti Sumiati dan Asep Nugraha.

Setelah itu Kepala Desa Rambatan untuk kedua kalinya Bapak Dani Barnas bin Suhari Sudiana menjabat kembali selama 6 Tahun (1993 - 1999 ) setelah itu Kepala Desa Rambatan di jabat oleh Bapak Subagdja bin Samdja selama 8 Tahun (2000 - 2008) dan beliau mempunyai seorang istri yang bernama Heni Rita yang dikaruniai 3 orang anak yaitu : Erni Fuji Astuti, Sidiq Dwi Pangestu dan Mulyana Tri Subagdja.

Sejak 28/12/2008 - 28/12/2014 dan 07/12/2015 - 07/12/2021 selama dua periode menjabat Sebagai Kepala Desa Rambatan yang ke 12 dan 13, yaitu Bapak Rudiana bin Tamrin Sudiana dan mempunyai seorang istri yang bernama ibu Iin Ruksinah.

Sejak tanggal 17 Desember 2021 - 17 Desember 2029 sebagai Kepala Desa Rambatan yang ke 14 yaitu Bapak Adis bin Sumadri yang memiliki dua  anak dari istri pertama Almh. Ibu Runtini yaitu : Endar dan Susi dan dari Ibu Ating Nurhaenah memiliki dua orang anak yaitu Riska Nurela dan Oki Ramdani.

 

 

 RINGKASAN SEJARAH DESA RAMBATAN

 

1. Bapak Kuwu Wanakaria Tahun 1716-1796  (80 Tahun) meninggal di usia 200 tahun

2. Bapak Kuwu Raksawinata Tahun 1796-1856  (60 Tahun) meninggal diusia 150 tahun

3. Bapak Kuwu Jasiah Tahun 1856-1872 (16 Tahun)

4. Bapak Kuwu Sacawijaya tahun 1872-1905(35 Tahun) meninggal diusia 125 tahun

5. Bapak Kuwu Wijaya Sastra Tahun 1905-1950 (45 Tahun)

6. Bapak Kuwu Amintadisastra Tahun 1950-1964 (14 Tahun)

7. Bapak Kuwu Maswara Tahun 1964-1976 (12 Tahun)

8. Bapak Kuwu D, Barnas  Tahun 1976-1985 (9 Tahun)

9. Bapak Kuwu Asmet Siswayana Tahun 1985-1994 (9 Tahun)

10. Bapak Kuwu D. Barnas Tahun 1994-2000(6 Tahun)

11. Bapak Kuwu Subagdja Tahun 2000-2008 (8 Tahun)

12. Bapak Kuwu Rudiana Tahun 2008-2021 (12 Tahun)

13. Bapak Kuwu Adis tahun 2021-Sekarang

 

Tempat Wisata Ziarah Desa Rambatan

1. Mbah Dukun Rambatan Handap : Buyut Jamaya asal dari Cirebon

2. Bah Dalem Rambatan Luhur : Buyut Panggareksa asal dari Banten

3. Pangeran Bandorasa  berasal dari Elang Cirebon

 

 

 

Hindu Kerti Punya anak Ibu Nyai yang menikah dengan Pangeran Bandorasa

Ibu Nyai/Pangeran Bandorasa  Punya anak Buyut Saeti

Buyut Saeti Punya anak Wanakaria

Bapak Wanakaria Punya anak Raksawinata

Bapak Raksawinata Punya anak :

A. Dari Istri Pertama :

1. Bp Sarman - Bp Ngabihi

2. Ibu Kamsiah - ua Sumi

3. Bp Saca Wijaya  (sekdes 28 tahun + Kades 35 Tahun)

4. Bp Jayawinata - Bapak Lurah - abah Mantri Prawira Atmaja

5. Ibu Salem - Nyai Ketib Bp Anwar Ketib Pendek sahiti

6. Bp Raksasantana - Lurah paraja - Kuati

7. Bp Wangsawijaya - Ngabihi Jaya Mustari

8. Bp Sacakarama - Mukinah-Icih

B. Dari istri yang ke dua ibu Sami

1. Bp Singakerta

2. Bp Sacajaya - Suarma bandol - Unas karangsari

3. Ibu Kaswati

4. Bp Singasantana - Ardim

5. Bp Singawijaya - Nata Amar - Arsida

6. Bp Samid

7. Bp Kertadikarta  - Suhani – Hento